Polarisasi Antena Secara Umum

Wednesday, May 28th, 2014 - Receiver / Transmitter

Polarisasi antena dapat diartikan sebagai arah vektor medan listrik yang diradiasikan oleh antena pada arah propagasi. Apabila jalur dari vektor medan listrik maju dan kembali pada suatu garis lurus dikatakan berpolarisasi linier. sebagai contoh medan listrik dari dipole ideal. Dan vektor medan listik konstan dalam panjang tetapi berputar disekitar jalur lingkaran, dikatakan berpolarisasi lingkaran. Frekuensi putaran radian adalah w dan terjadi satu dari dua arah perputaran. Jika vektornya berputar berlawanan arah jarum jam dinamakan polarisasi tangan kanan (right hand polarize) dan yang searah jarum jam dinamakan polarisasi tangan kiri (left hand polarize). Suatu gelombang yang berpolarisasi ellip untuk tangan kanan dan tangan kiri.

Secara umum polarisasi berupa polarisasi ellips, seperti pada gambar dibawah dengan suatu sistem sumbu referensi. Gelombang yang menghasilkan polarisasi ellip adalah gelombang berjalan sepanjang sumbu z  yang perputarannya dapat ke kiri dan ke kanan, dan vektor medan listrik sesaatnya e mempunyai arah komponen ex dan ey sepanjang sumbu x dan sumbu y. Harga puncak dari komponen-komponen tersebut adalah E1 dan E1.

Gambar Polarisasi Ellipse Antena Secara Umum

Polarisasi antena,Polarisasi Antena Secara Umum,antena polarization,Gambar Polarisasi Ellipse Antena Secara Umum,polarisasi antena penerima,polarisasi antena pemancar,polarisasi silang,karakteristik polarisasi,main lobe,minor lobe,side lobe,polarisasi ellips,antena polarisasi lingkaran,polarisasi linier vertikal,polarisasi linier horisontal,polarisasi linier,Orientasi dari polarisasi linier,Polarisasi ellipse Antena

Sudut g menyatakan harga ralatif dari E1 dan E2, dapat dinyatakan seperti terlihat pada gambar Polarisasi Ellipse Antena Secara Umum diatas.  Sudut kemiringan ellips t adalah sudut antara sumbu x dengan sudut utama ellips. d adalah fase, dimana komponen y mendahului komponen x. Jika komponennya sefase (d =0), maka vektor akan berpolarisasi linier.

Orientasi dari polarisasi linier tergantung tergantung harga relatif dari E1 dan E2, jika :

E1 = 0  maka terjadi polarisasi linier vertikal

E2 = 0  maka terjadi polarisasi linier horisontal

E1 = E2 maka terjadi polarisasi linier membentuk sudut 450

Untuk memaksimumkan sinyal yang diterima, maka polarisasi antena penerima haruslah sama dengan polarisasi antena pemancar. Dan kadang terjadi antara antena penerima dan pemancar berpolarisasi berbeda. Hal ini akan mengurangi intensitas sinyal yang diterima.

Sebuah antena dapat memancarkan energi dengan polarisasi yang tidak diinginkan, yang disebut polarisasi silang (cross polarized). Polarisasi silang ini menimbulkan side lobe yang mengurangi gain. Untuk antena polarisasi linier, polarisasi silang tegak lurus dengan polarisasi yang diinginkan dan untuk antena polarisasi lingkaran, polarisasi silang berlawanan dengan arah perputarannya yang diinginkan. Ini biasa yang disebut dengan deviasi dari polarisasi lingkaran sempurna, yang mengakibatkan polarisasinya berubah menjadi polarisasi ellips.

Pada umumnya karakteristik polarisasi sebuah antena relatif konstan pada main lobe. Tetapi polarisasi beberapa minor lobe berbeda jauh dengan polarisasi main lobe.

Share Polarisasi Antena Secara Umum

Like Dan Ikuti Perkembangan Belajar Elektronika

Artikel Terkait Polarisasi Antena Secara Umum