Sinyal Pada Microcontroller Dan Perangkat Analog

Monday, October 27th, 2014 - Microcontroller

Proses pengolahan data atau perjalanan sinyal dari dunia nyata ke microcontroller dan sebaliknya selulu melaluiproses konversi data. Kondisi ini disebabkan oleh perbedaan format sinyal dari data analog di dunia nyata dan kapasitas micocontroller yang bekerja dalam format data digital. Oleh karena itu untuk menghubungkan perangkat analog dengan micocontroller atau sebaliknya diperlukan suatu interface. Jalannya proses sinyal dari perangkat analog ke microcontroller dan sebaliknya dapat diilustrasikan sebagai berikut.

Proses Sinyal Pada Microcontroller Dan Perangkat Analog

Proses Sinyal Pada Microcontroller Dan Perangkat Analog,ADC,DAC,konversi data,analog ke microcontroller,proses konversi,sinyal anlog ke micorcontroller,menghubungkan microcontroller dengan analog

Perangkat yang akan dihubungkan dengan microcontroller tidak selalu memberikan output atau menerima input berupa data biner “1” dan “0”, akan tetapi banyakperangkat analog yang dapat digunakan secara bersama dengan microcontroller. Pada saat mikrokontroler harus berhubungan dengan dunia Analog, baik menerima tegangan Analog dari luar, maupun mengeluarkan tegangan Analog. Dalam dunia elektronika dikenal dua jenis rangkaian untuk menjembatani dunia Analog ke Digital, jenis pertama dikenal sebagai rangkaian konversi besaran digital ke analog (Digital to Analog Converter “ disingkat sebagai DAC), yang kedua adalah rangkaian konversi besaran analog ke digital (Analog to Digital Converter “ disingkat sebagai ADC). Dua jenis rangkaian di atas dipakai cukup luas, pabrik pembuat IC banyak membuat berbagai jenis IC ADC maupun DAC, sehingga untuk menghubungkan mikrokontroler ke dunia Analog cukup memilih salah satu chip yang sesuai dengan kebutuhan, tidak perlu repot-repot merangkai sendiri.

Ketelitian DAC dan ADC tergantung pada berapa bit sinyal digital yang diharapkan, yang paling umum dipakai 8 bit sinyal digital. Dengan 8 bit sinyal digital sebuah DAC bisa membangkitkan tegangan dengan 256 tingkatan, misalkan tegangan maksimum yang bisa dibangkitkan sebesar 2,55 Volt, maka DAC ini bisa membangkitkan tegangan 0 sampai 2.55 Volt dengan tingkatan 0,01 Volt, artinya input biner bernilai $01 pada input DAC akan membangkitkan tegangan output 0,01 Volt, biner $02 membangkitkan 0,02 Volt dan seterusnya biner $FF (255) menghasilkan 2,55 Volt. Sebaliknya, tegangan 0 sampai 2,55 Volt akan di-skala oleh ADC menjadi besaran digital $00 sampai $FF (255).

IC DAC yang banyak dipakai dan mudah dijumpai di pasar Indonesia adalah DAC0800 / DAC0801 / DAC0802 8-Bit Digital-to-Analog Converters, sedangkan ADC yang banyak dipakai adalah ADC0801 / ADC0802 / ADC0803 / ADC0804 / ADC0805 8-Bit Microprocessor Compatible A/D Converters, keduanya buatan National Semiconductor. Di luar IC ADC tersebut di atas, dikenal pula IC ADC dengan rangcangan khusus, yang sudah dilengkapi untuk keperluan membangun Digital Volt Meter, misalnya ICL7106/ICL7107 3 1/2-Digit A/D Converter produksi Maxim. IC semacam ini sesungguhnya merupakan ADC biasa yang dilengkapi dengan rangkaian untuk menampilkan tegangan yang diukur, keteletiannya lebih besar dari ADC 8 bit, bisa dipakai untuk mengukur tegangan 0 sampai 1,999 (hampir 11 bit).

Pada saat ini telahbanyak beredar microcontroller yang telah dilengkapidengan internal ADC, sehingga kita tinggal mengkatifkannya secara software saja ADC internal tersebut tanpa perlu menambahkan perangkat ADC external. Salah satu contoh microcontroller yang telah dilengkapi dengan ADC internal adalah microcontroller keluarga AVR ataupun PIC.

Share Sinyal Pada Microcontroller Dan Perangkat Analog

Like Dan Ikuti Perkembangan Belajar Elektronika

Artikel Terkait Sinyal Pada Microcontroller Dan Perangkat Analog